dengarlah.al.quran.di.perjalanan

http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/09/24/11011162/dengarlah.al.quran.di.perjalanan

 

Rabu, 24 September 2008 | 11:01 WIB

 

Oleh Kris Razianto Mada

 

Sebentar lagi perjalanan mudik akan ditempuh jutaan orang ke berbagai penjuru. Dalam perjalanan panjang itu, boleh jadi tubuh akan lelah dan pikiran terbelah. Saat mengalami itu, apa obat penawarnya?

Dosen Psikologi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, Yohan Kurniawan, menganjurkan pemudik mendengarkan Al Quran. “Banyak orang bertanya-tanya kenapa saya yang beragama Katolik dan mengajar di universitas Katolik ini menganjurkan itu,” ujarnya.

 

Sebagai ilmuwan, ia tentu tidak asal menganjurkan. Jemaat Gereja Santa Maria Tak Bercela di kawasan Ngagel Surabaya ini punya setumpuk bukti ilmiah untuk menguatkan anjuran itu. “Semua saya kumpulkan saat menyelesaikan disertasi di Universiti Kebangsaan Malaysia,” katanya.

 

Sebenarnya ia dan rekan-rekannya di sana dikontrak untuk meneliti kelelahan pengemudi dan dampaknya. Dalam tim itu, ia kebagian tugas mencari terapi mengatasi kelelahan dan mempertahankan konsentrasi pengemudi. “Waktu mencari terapi, saya baca salah satu penelitian di Eropa,” ujarnya.

 

Penelitian itu terfokus pada dampak penyebutan Allah pada orang-orang depresi. Pada obyek penelitian ditemukan efek ketenangan setiap kata itu disebut. Oleh karena itu, Yohan mengusulkan ini dipakai sebagai salah satu terapi.

 

Selain karena alasan penelitian itu, ia juga ingin menyesuaikan dengan kultur masyarakat tempat ia meneliti. Di Malaysia, kultur Islam amat kental sehingga penelitiannya akan lebih mudah.

 

Para subyek penelitiannya di Malaysia menunjukkan gejala sama. Dengan mendengarkan pembacaan Al Quran saat mengemudi, subyek cenderung lebih tenang. Dengan mendengar ayat-ayat Al Quran, pengemudi cenderung lebih tenang sehingga lebih bisa mengendalikan diri. Pengemudi yang tenang cenderung tidak cepat lelah dan lebih berkonsentrasi saat mengemudi.

 

Tidak seluruh surat dan ayat dipakai dalam penelitian itu. Ia hanya memperdengarkan pembacaan Al Fatihah, Al Baqarah, dan Yasin. “Efeknya nyaris sama. Semua memberikan efek ketenangan. Saya mencatat ada beberapa ayat yang memberikan efek penenang. Beberapa ayat lagi memberi efek penyemangat bagi pendengarnya,” ujarnya.

 

Lebih rileks

 

Yohan mengungkapkan, sebenarnya ide penggunaan ayat itu tidak jauh berbeda dengan penggunaan musik. Mereka yang mendengarkan musik kesukaan bisa lebih rileks. “Orang yang tenang secara psikologis cenderung lebih lambat lelah daripada mereka yang cemas, tidak sabar, emosi tinggi. Luapan emosi amat menguras energi,” tuturnya.

 

Ketenangan itu penting karena saat mudik ada dua kondisi pemercepat orang lelah. Pertama, puasa membuat daya tahan tubuh menurun. Orang cenderung lebih mudah marah saat daya tahan tubuh menurun. Alasan kedua, perjalanan jauh sudah pasti melelahkan. “Nah, saat puasa juga dianjurkan membaca atau setidaknya mendengarkan pembacaan Al Quran. Hasilnya, ketenangan selama perjalanan,” ujarnya.

 

Karena itu, ia menganjurkan pengemudi jarak jauh seperti untuk mudik membawa beberapa kaset Al Quran. Selain kaset mengaji, bisa juga dipilih kaset lagu-lagu rohani. “Pada prinsipnya semua jenis lagu yang disenangi bisa menjadi penenang dalam perjalanan. Saya menyarankan lagu-lagu bertempo sedang hingga cepat untuk disetel dalam perjalanan,” tuturnya.

 

Ia juga menemukan, respons pengemudi terhadap fenomena di jalan menurun setelah mengemudi beberapa waktu. Dalam penelitian itu terungkap bahwa pengemudi baru merespons apa yang dilihatnya dalam waktu hingga 1,8 detik setelah mengemudi selama dua jam tanpa henti. “Semakin lama waktu respons, semakin tinggi risiko kecelakaan. Sebaiknya pengemudi beristirahat 15 menit setelah mengemudi selama dua jam,” tuturnya.

 

Bagi mereka yang mengantuk, bisa diatasi dengan terapi bau. Untuk menghilangkan kantuk awalnya digunakan bau busuk selama 10 detik. Setelah itu pengemudi diciumkan bau-bauan yang wangi untuk menyegarkan kondisinya. Orang mengantuk segera waspada jika mencium bau busuk. Namun, kalau terus mencium bau busuk bisa mengganggu kesehatan. Karena itu perlu segera diberi bau wangi sebagai penyegar.

 

Jadi, bila Anda hendak mudik, jangan lupa membawa beberapa kaset berisi ayat Al Quran. Putarlah saat dalam perjalanan. Jiwa tenang dan insya Allah mendapatkan pahala serta perjalanan Anda diberkahi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s