Category Archives: Radio’

gadget asyik buat mudik

Biar tidak bosan selama perjalanan mudik. Berikut ada beberapa gadget asyik yang dapat menemani perjalanan Anda:
1. Kamera Digital

Bertemu dengan kerabat atau teman yang lama tak bertemu tentu menjadi momen indah yang tak terlupakan saat pulang di kampung halaman.

Waktu liburan yang tersisa pun mesti dimanfaatkan untuk mengunjungi tempat-tempat yang menyenangkan di kampung.

Baca lebih lanjut

Teknologi HT Terbaru – ga baru-baru banget

Produsen perangkat keras dan lunak asal Amerika Serikat (AS), Cisco System Inc, meluncurkan produk interkoneksi canggih Cisco IP Interoperability Collaboration System (IPICS) 2.0 yang mampu menggabungkan koneksi berbagai perangkat komunikasi ke dalam satu jaringan internet.

ipics
Dengan perangkat itu pengguna dapat menggabungkan koneksi antara pesawat telepon PSTN (Public Switched Telephone Network) dari rental ht, Land Mobile Radio (LMR), telepon seluler, komputer, dan Handy Talkie Push To Talk (HTPTT).
Jadi dasarnya mengintegrasikan HT (handy talky), PSTN, IP Phone (Internet Protocol Phone) dari sewa ht ke dalam satu jaringan. Handy talky dari rental handy talkie tetap digunakan karena coverage yang luas dan tidak bisa digantikan oleh alat lain.
Jika sebelumnya, HT dari sewa handy talkie terisolir karena pengkotakkan perangkat komunikasi, dengan IPICS 2.0 antar perangkat seperti radio, IP Phone, telepon mobile atau computer dari rental ht yang sudah dilengkapi software Cisco Push To Talk Management Center (PMC) dapat diinterkoneksikan sehingga komunikasi antar lingkuangan kantor dan di lapangan semakin tidak terbatas.
Solusi ini menegaskan posisi jaringan menjadi platform. Interoperabilitas antar jenis perangkat komunikasi yang berbeda kini dapat teratasi sekaligus memberikan penghematan biaya komunikasi. Hanya menggunakan satu perangkat komunikasi, kita dapat berkomunikasi tanpa dibatasi lokasi dan tipe jaringan yang dipakai.
Komunikasi menjadi kendala bagi perusahaan seperti pertambangan atau perkebunan yang berareal luas, sehingga harus menggunakan dua alat komunikasi yaitu ponsel dan handy talkie dari sewa handy talky.
Permasalahan yang dihadapi oleh pengguna HT dari rental handy talky adalah mempunyai channel atau frekuensi yang berbeda, area yang terbatas, dan bisa tidak dapat berkomunikasi dengan HT dari rental handy talkie yang berbeda merk.
Kondisi geografis Indonesia yang unik memerlukan solusi komunikasi yang efektif dan efisien dalam biaya. Cisco IPICS 2.0 memungkinkan pesawat radio di satu pulau dengan pulau yang lain dapat saling terhubung bahkan dalam channel yang berbeda. Mereka yang bertugas di pedalaman, di hutan dan di tengah lautan, komunikasi menjadi semakin mudah.
IPICS cocok digunakan oleh institusi yang kerap menggunakan HT dari sewa handy talkie untuk bekerja, misalnya instansi pemerintah seperti tentara, kepolisian dan paramedis, serta perusahaaan lapangan seperti pertambangan, perminyakan dan gas, serta perusahaan jasa pengamanan/sekuriti.
Komponen-komponen IPICS yaitu Cisco IPICS Server Hardware, IPICS Server Software, IPICS Policy Manager, IPICS Dial Ports, Channel/Radio Ports, Virtual Talk Group (VTG) Ports. PMC (Push To Talk Management Center) dan IP Phone PTT Service.
Semua komponen IPICS tersebut dapat dibeli satu paket atau beberapa komponen yang optional (pilihan). Bisa dibeli terpisah. Harga satu paket IPICS 2.0 kurang lebih 55.100 dolar Amerika.
Pengoperasian IPICS ini diatur oleh IPICS Server yang telah diinstal dengan IPICS Software dan disambungkan dengan komputer yang terkoneksi dengan internet. Komputer tersebut akan difungsikan sebagai pengatur (dispetcher) traffic komunikasi antar pesawat seperti PSTN, Ponsel, dan HT dari sewa handy talky.Komputer tersebut dapat mengatur chanelling tiap pesawat komunikasi, tetapi tidak dapat mengatur setting frekuensi, karena setting frekuensi tersebut dilakukan di pesawat HT dari rental handy talky.
IPICS bisa melakukan konferensi call tetapi harus bergantian berbicara karena ini berbasis tehnologi HT dari sewa ht. (src-antara)

http://www.krakatau-it.co.id/

Matching Cable

Dari diskusi milis ICB  moga bermanfaat :

ada tip and trik gak ya untuk memilih coax kabel yang bagus, (sejenis RG8), kemudian gimana cara mach line coax pada suatu frekuensi misal 143.550Mhz, bisa dihitung gak ya mach impedansinya dari panjang kabelnya yang digunakan, soalnya ada teman yang mach antena pake potong-potong kabel, sampe habis  -+ 5meter, dari panjang sebelumnya
mohon bantuannya dan pencerahannya
salam jefri_,_._,___

———

Mungkin ini sharing aja, tolong dikoreksi jika saya salah
(CMIIW).

Kabel jenis RG8 yang bagus antara lain Merk Belden seri
9913, 9914.
Merk Times LMR400/ LR400, D8, Belden Ericsson RG8 dll.

Inner tunggal (solid), serabut rapat).

Untuk ngitung panjang kabel harus dikeetahui dulu Velocity
Factor masing-masing kabel, misalnya 9913=84% (lihat di
site nya Belden).

Untuk Freq 143.55 Mhz rumusnya >> 300/143,55*0,84/2 >>=
87,77cm (setengah Lambda).

Kalikan dengan angka ganjil sehingga panjang nya sesuai
dengan kabel yang ada.

misalnya kabel yang ada 30 meter, maka 30/0,8777=34 maka
ganjil terdekat adalah 33.

potong kabel pada panjang 87,77cm*33=28,96 cm.

selamat mencoba.

sekali lagi jika salah mohon maaf.

soel

————–

Ass,
Mungkin ini bisa membantu, saya kalo ngematch kabel koax, cara nya
kurang lebih begini :
Kita siapkan dummy load 50 Ohm yang wattnya agak gede ( sesuai atau
diatas max pancaran Transmitter), lalu kita bagi pancarannya dengan
memakai conector “T” yang satu ke kabel koax, yang satu lagi ke
Dummy-load sementara yang ujung satu lagi ke Transmitter tentunya
sebelum masuk ke Transmitter kita pasang SWR meter, panjang kabel
dimana kita mau maen juga ada hitung**annya ( nah tuh mas Samsul
Hady Hanafi dah ngejelasinnya ), nah setelah semua terangkai, ingat
ujung kabel koax yang panjangnya sekian meter itu biarkan tampa
dipasang konector dan jangan digulung, biarkan tergeletak menjulur,
lalu coba hidupkan Transmitter pada Freq. yang kita inginkan,
selanjutnya silahkan pencet PTT TRX, kalo SWRnya tinggi potong tuh
ujung kabel koax, cari sampai SWR terkecil, memotongnya jangan
terlalu panjang cukup 3-5 cm saja, kalo sudah diketemukan SWR
terkecil itulah impedansi kabel yang lebih kurangnya 50 Ohm pada
frek transmit yang kita bekerja.
Ini adalah cara yang lajim dan tradisional kami pake di kantor
sewaktu kami bertuga di Banda Aceh dulu sewaktu komunikasi telegram
( morse ) masih memakai HF ( gak make rumus karena kabel koax lokal
gak ada yang standart )
Untuk tahap memasang antenna juga ada tahap**an nya memang agak
lama dan ribet tapi hasilnya barangkali bisa agak lebih baik dari
yang laen, tapi nanti aja kita sambung lagi yah…..
Maaf kalo ini kesannya agak menggurui,

Yogi Agam / Malang
JZ13 AZY / YC3TLP
91AT124 / 91SD333

——-

Mungkin cara ini pun bisa jadi acuan :
Nah untuk menentukan panjang Feeder Antena ( Coaxial ) adalah
sebagai
berikut :

I. Tentukan dahulu kira-kira berapa panjang Feeder Antena (Coaxial)
dari Pesawat anda hingga ke connector antenna diatas tower/tiang
antenna di tempat anda ( katakanlah kurang lebih 12 s/d 14 mtr ).

II. Setelah itu hitung panjang Feeder Antenna (Coaxial)
sesungguhnya,
dengan menggunakan rumus sbb. :
n = 5/8 x lamda
dimana untuk mencari “lamda” adalah sbb. :
11,811/freq (tx) x 2541

III. Maka panjang Feeder Antenna (Coaxial) sesungguhnya adalah :
3 x n atau 5 x n …dan seterusnya, dimana 3, 5
atau 7 dst. adalh angka ganjil.
Contoh :
Panjang Feeder dari TRX ke antenna ditiang, kurang lebih 13 mtr.
Frekuensi TRX adalah : 143.255 Mhz.
Maka panjang Feeder antenna (coaxial) sesungguhnya adalah :
l = 11,811/143,255 x 2541 = 209,4988
n = 5/8 x 209,4988 = 130,9368
130,9368 / 100 = 1,3094
L feeder adalah : 1,3094 x 13 mtr = 17,0218 mtr.
Bila terlalu panjang : 1,3094 x 11 mtr = 14,4030 mtr
Masih terlalu panjang : 1,3094 x 9 mtr = 11,7843 mtr
Hal ini juga berlaku untuk Band HF.
Gimana …. ? pusing juga yah…..?
dan maaf juga kalo salah, Kang Cholis ( JZ10CHV )di Bandung, tulung
dong di dikoreksi……
Tengkiu

Yogi Agam / Malang
JZ13 AZY
YC3TLP
91AT124 / 91SD333

Mohon maaf  sebelumnya

apa cara  Frekuensi itu beresonansi di kabel sama persis dengan antena ? sehingga rumus elektrikalnya sama dengan antena,

Semakin panjang kabel seharusnya yg naik adalah faktor loss , jika relekted besar yg menaikan nilai swr bukankah itu problem antenna bukan problem pada kabel, bukankah pada kabel ada yg namanya skin efek ,yaitu jika kabel kita potong tepat pada sinus tertinggi maka di SWR meter akan menunjukkan SWR tinggi, sehingga kabel kita potong , jika kita potong tepat pada sinus terendah maka swr akan rendah, begitu seterusnya jika kabel kita potong potong polanya akan mengikuti gelombang sinus ini yg disebut skin efek yg rumus posisi sinus terendah & tertingginya di email oleh om Yogi

Untuk mencari nilai SWR terendah ,bukankah lebih baik menyesuaikan panjang fisik antenna terhadap frekuensi kerjanya dari pada ditipu oleh yg namanya skin efek yg mengharuskan memotong motong kabel, sehingga berapa pun panjang kabel anda tetap bisa membuat antenna dengan SWR terendah,hubungannya kabel pada transmision line hanya lossis atau efisien

Mohon maaf jika kurang sependapat ,dan tolong koreksinya

salam

Rum
JZ10FNM

JZ10FNM nggak salah juga, tambahan dari temen saya, bahwa
untuk antenna jenis tertentu macam Telex hygain (v2R)
memotong motong kabel atau ngitung panjang kabel tidak
efektif, (efektifnya manjang dan mendekin antenna) .

namun akan sangat berpengaruh jika yang dipasang adalah
antenna yagi array.

CMIIW

RAPI, “Radio Antar Penduduk Indonesia”

Logo RAPI
Satu-satunya organisasi radio citizen band di Indonesia adalah RAPI, “Radio Antar Penduduk Indonesia” yang dibentuk pada tanggal 10 November 1980, sebagaimana telah diputuskan dalam sebuah keputusan pemerintah yaitu “Keputusan Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi No. 125/Dirjen/1980″. Hingga sekarang, tanggal 10 November dikenal sebagai hari kelahiran RAPI.

Dasar hukum utama untuk RAPI dan kegiatan radio citizen band di Indonesia adalah sebuah keputusan menteri, yaitu “Keputusan Menteri Perhubungan No. SI. 11/HK 501/Phb-80 tentang Perizinan Penyelenggaraan Komunikasi Radio Antar Penduduk (KRAP)” yang ditetapkan pemerintah Indonesia tanggal 6 Oktober 1980. Akhirnya, Anda dapat melihat logo RAPI sebagai berikut:

Baca lebih lanjut

Low Noise Pre-amp

Bagi para amatir radio yang seneng “UPREK” dengan masalah audio biasanya berkeinginan membuat sistem audio mereka dengan kualitas yang cukup baik. Untuk mendapatkan kualitas seperti ini biasanya memerlukan penguat microphone yang low noise. Biasanya para rekan amatir menggunakan transistor penguat yang low noise. Kebetulan saya mendapatkan skema yang saya nilai cukup layak untuk di eksperimenkan dan yang jelas Low Noise dan Low Budget di sebuah situs di internet

Pada rangkaian ini mengunakan transistor low noise BC549 dan pada kaki emitor di beri filter berupa kondensator elektrolit selain itu mempunyai umpan balik yang berasal dari kaki emiter Transistor yg ke dua menuju basis pada Transistor yang pertama sehingga akan dihasilkan suara yang tidak cacat/distorsi. Adapun tanggap gain vs frekuensi serta fase vs frekuensi dapat dilihat gambar dibawah ini

pada kurva gain vs frekuensi terlihat adanya penguatan yg tetap pada pergeseran rekuensi dari 10 Hz s/d 100 Khz, artinya fungsi umpan balik berjalan dengan baik dan respon frekuensi terhadap gain dapat disimpulkan bahwa dengan naiknya frekuensi tidak mempengaruhi gain yang dihasilkan.

Pada grafik Frekuensi Vs Noise terlihat puncak noise hanya pada frekuensi 100 Khz artinya pada frekuensi suara kita noise sangat rendah.

Selamat Mencoba,..!!

source::http://pramonojgj.wordpress.com/