Hobby Amatir Radio

Sejarah internet Indonesia dapat ditelusuri dari berbagai kegiatan sejumlah masyarakat, khususnya dalam bidang telekomunikasi. Kegiatan-kegiatan tersebut lebih merupakan kegiatan berbasis hobby atau yang bersifat amatir, tanpa ada tujuan komersil. Kegiatan-kegiatan tersebut berhubungan dengan penggunaan radio telekomunikasi yang kemudian memunculkan suatu komunitas penggemar komunikasi radio, dikenal sebagai Amatir Radio yang tergabung di Organisasi Radio Amatir Indonesia (ORARI_. Komunitas ini tidak hanya sekedar menggunakan radio sebagai alat komunikasi saja tapi juga pada upaya meningkatkan kemampuan teknis dalam membuat alat komunikasi / radio panggil. Booming radio amatir ini dimulai era tahun 1970-an, dengan penggemar dari berbagai tingkatan usia, namun terutama di kalangan remaja dan orang dewasa (usia 15-30 tahun).Dari komunitas ini pula kemudian dikenal komunikasi radio antar penduduk menggunakan frekuensi Citizen Band (CB). CB sebenarnya tidak terkait langsung dengan perkembangan infrasturktur telekomunikasi, karena lebih merupakan pengembangan hobby berkomunikasi dengan sesama orang yang menggemari komunikasi antar-radio yang dilakukan sebagian anggota masyarakat, sebagai alternative penggunaan telepon.

Pada masa itu, telepon sudah merupakan alat komunikasi yang umum, namun keharusan untuk membayar biaya sambungan telepon merupakan hal yang cukup berat, terutama bagi remaja/dewasa muda yang belum memiliki penghasilan tetap. Kemudian, mulailah mereka menggunakan radio panggil / CB, yang bisa dipakai mengobrol berjam-jam tanpa khawatir biaya telepon membengkak. Biaya yang diperlukan untuk ‘membangun’ radio panggil dan pemancarnya pun relative tidak terlalu mahal.

Komunikasi dengan radio panggil pada saat itu masih menggunakan teknologi Analog dengan frekuensi AM, dan masih dilakukan dengan sesama pengguna/penggemar radio amatir yang berada dalam range/jarak tertentu yang mampu dicapai gelombang radio. Secara bertahap, sejumlah orang dengan hobby radio panggil ini mulai mengutik-utik radio mereka sehingga dapat mencapai range frekuensi yang lebih jauh, sehingga mereka bisa terhubung dengan sesama pengguna radio panggil yang ada di tempat yang lebih jauh. Ketika kemudian pengguna radio panggil mulai banyak, mereka akhirnya membentuk komunitas yang dikenal dengan ORARI

Radio Paket (Packet Radio) pertama diperkenalkan oleh seorang anggota senior ORARI, Robby Soebiakto YB1BG, pada tahun 1987. Dengan menggabungkan teknologi paket radio dengan computer, pemakai computer dapat mengirimkan data teks menggunakan gelombang radio. Dengan menggunakan dua stasiun radio amatir milik ORARI di Jakarta, pengguna radio amatir mendirikan BBS radio paket amatir. Cara ini membantu mengembangkan komunikasi data dari komunikasi satu arah menjadi komunikasi dua arah. Kemudian pada awal tahun 1990-an, teknologi paket radio amatir mulai mempergunakan modem telepon, dan dalam perkembangan selanjutnya membentuk jaringan Radio Paket Amatir yang dikenal sebagai AMPRNet (Amateur Packet Radio Network), yang pada akhirnya mengarahkan komunitas penggunanya pada internet. Salah satunya dengan upaya yang dilakukan kelompok akademisi dan mahasiswa ITB, Amatir Radio Club (ARC) ITB dan Computer Network Research Group (CNRG) ITB, dengan mensosialisasikan penggunaan radio paket sebagai sarana sambungan dengan internet yang terhitung murah, khususnya bagi lembaga-lembaga (pendidikan).

Dari orang-orang inilah muncul sejumlah tokoh yang kemudian memiliki peran penting dalam pengembangan teknologi telekomunikasi, hingga munculnya Internet di Indonesia.

http://id.wikibooks.org/wiki/Sejarah_Internet_Indonesia/Amatir_Radio,_Radio_Paket,_BBS

7 responses to “Hobby Amatir Radio

  1. tulisan yang menarik tentang amatir packet radio.

    blog ini barangkali bisa menjadi bahan issue baru,
    bahwa prefix JZ sebenarnya adalah amatir radio yang dikebiri hak-haknya,
    apakah menurut anda juga demikian ?

    atau apakah menurut anda prefix JZ adalah sama dengan CB’er.

    rudi, YC3RCJ
    just another “packeter” wid ampr.org

  2. Sebelum nulis sebaiknya cari literatur dulu, jangan main campur aduk antara ORARI da RAPI. Jelas beda organisasinya, beda misinya, beda fungsinya.

  3. apakah tidak salah menulis , makala ini bisa menyesatkan orang yg tidak mengerti tentang sejara orari dan rapi tolong koreksi ulang.
    salam
    yc4sj /fxj suryadi.

  4. saudaraku, makanya saya sertakan link : http://id.wikibooks.org/wiki/Sejarah_Internet_Indonesia/Amatir_Radio,_Radio_Paket,_BBS ini supaya tidak rancu.

    Benar blog ini mengkhususkan ke arah RAPI tapi bukan berarti harus melulu mengenai RAPI, agar “orang” RAPI juga melek mengenai apapun, dan saya yakin dan percaya “orang” RAPI ada juga yang “orang” ORARI juga.

    Juga saya tidak menganggap bahwa RAPI dikebiri atau sebagainya, setahu saya dalam berkomunikasi saya harus mengikuti aturan yang sudah ditetapkan semampu saya. meskipun saya mungkin ada juga “oknum” RAPI atau ORARI yang melanggar.

    dan Insya Allah saya akan rajin-rajin belajar, membaca, dan bekerja.

    apapun, saya tetap berterimakasih kepada saudara-saudaraku yang telah mengkoreksi atau memberikan masukan yg sangat berharga ini.

    tanpa anda saya pasti ga akan menulis ini…terimakasih saudaraku

    BTW ajari saya, PRAKTEK, nge-tune, bikin booster, membantu sesama yang kesulitan , atau ngoprek yang lain , supaya saya bukan hanya bisa ‘ngebrik’ tapi bisa berbuat..

    Salam

  5. tidak ada yang dikebiri,coba anda lihat alokasi untuk prefik amatir di Indonesi di iaru yang ngatur amatirnya dunia,YB -YH,7A -7I,8A -8I,PK,masih ada JZ, dan kalau anda mau menerti sebetulnya RAPI tidak dikebiri ,malahan anda anda perlu banyak membaca kalau masih kurang ya piknik atau apa yang penting tamabah ointer.karena atas kebaikan pemerintah RAPI diberikan Prefik JZ,jelas itu bukan jatah untuk amatir/ORARI dan bukan untuk CB/RAPI dan asal muasalnya hanya bekerja dengan pesawat cb.pada freq.27 mc,dan atas kebaikan pemerintah juga RAPI dapat muncul pada 2m band. Tapi dasar tak tau diri masih muncul juga pada 11 mc,kalau alasan sudah kerja sama dengan salah satu departemen itupun hanya saat tertentu /temporer saja, karena yang mengatur alokasi frequensi di Indonesia bukan departemen itu,jadi kalau hak RAPI dikebiri itu tidak benar tapi yang lebih cocok apa saja dimakan,dan misi amatir salah satunya adalah menjembatani yang hoby elektonika bukan hanya komunikasi saja,dan perlu anda ketahui juga istilah ngebrik,di amatir dianggap tidak sopan,karena yang betul CALLING , malu lah sedikit ,kalau memang mau mendapatkan alokasi lebih banyak ya masuklah dengan ujian amatir ,saya yakin respon yang baik dari rekan amatir masih banyak,dan berpikirlah mulai sekarang meskipun rekan amatir sudah lebih dulu berpikir.

  6. yA AMANNYA MASUKIN AJA DUA ORG INI

  7. ah..ane aja kecewa berat ama RAPI. mo gabung aja yg via gateway langsung diban tanpa penjelasan yg konkrit. seharusnya kan mengayomi pendatang baru, kasih petunjuk yang jelas. lha ini, jangankan dijawab pertanyaan atau dikasih petunjuk..justru malah di ban. apa emang kek gitu tuh kwalitas staff2 RAPI??

    klo iya, wajar aja semua pada pihdah ke ORARI. lebih jelas dan lebih mengayomi. ga kek ente2 yang orang RAPI yang tau nya cuma make tp kaga ngerti itu perangkat ente dikerjain dan dikembangkan oleh siapa?? ngaca dong..ngacaaaaa..!!!

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s